Kamis, 23 Agustus 2012

Usaha Bisnis Pakan Ternak Dari Limbah Singkong


Limbah singkong atau yang biasa dikenal dengan nama onggok ternyata bisa dijadikan berbagai macam makanan. Selain olahan makanan Nata De Cassava, Limbah singkong bisa dijadikan pakan ternak alternatif. Bisnis pakan ternak dari limbah singkong cukup menguntungkan, karena banyak pabrik pakan ternak yang mau menerima pasokan limbah singkong. Meski limbah onggok memiliki kandungan gizi protein, lemak, dan air yang tinggi yang cukup tinggi. Hal ini membuat ternak menjadi lebih gemuk, sehat, dan bobot badannya lebih berat. Namun untuk mendapatkan onggok yang berkualitas gizi yang tinggi diperlukan proses pengolahan terlebih dahulu.

Pengolahan limbah singkong menjadi pakan ternak banyak dilakukan oleh beberapa pelaku usaha di  Lampung barat. Usaha pengolahan limbah singkong ini dilakukan dari mulai usaha rumahan sampai usaha yang bernaung dibawah CV atau perusahaan tertentu. Hasil olahan limbah singkong kemudian dijual kepada perusahaan pakan ternak.
Proses pengolahan limbah singkong menjadi pakan ternak melalui beberapa proses. Proses pertama, ampas singkong dijemur di bawah terik matahari hingga kering. Jika sudah kering ampas limbah singkong akan berwarna putih dan kasar seperti pasir. Jika belum kering betul ampas singkong berbentuk seperti batu kerikil dengan warna coklat dan hitam. Proses pengeringan ini cukup penting karena semakin putih dan kering harga ampas singkong semakin mahal. Harganya berkisar antara 750 rupiah hingga 1350 rupiah per kilogram.
Proses kedua adalah proses fermentasi. Proses fermentasi limbah singkong dilakukan dengan dengan menggunakan Aspergillus niger, yaitu semacam kapang atau jamur. Ada juga campuran urea dan amonium sulfat sebagai sumber nitrogen anorganik. Campuran ini akan membuat onggok memiliki kandungan energi lebih tinggi untuk pakan hewan ternak.
Pada proses ini, onggok yang telah kering dicampur dengan mineral dan diaduk rata. Ditambah dengan campuran air hangat lima-delapan liter dan biarkan beberapa menit. Hal ini bertujuan untuk menambah unsur mineral dalam onggok. Setelah onggok sudah dingin barulah dicampur Aspergillus niger. Campuran kapang inilah yang membuat onggok memiliki protein yang tinggi. Setelah didiamkan selama lima hingga tujuh hari, onggok diremas-remas dan dikeringkan, baru setelah itu siap dikemas dan dijual ke pabrik pakan ternak.
Jika di sekitar anda terdapat banyak limbah singkong, tidak ada salahnya jika peluang usaha ini dicoba, siapa tahu keberuntungan anda di sini. (Galeriukm).



Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar